ASPIRASIKALTIM.COM — “Guru PAUD bukan hanya pendidik, tapi arsitek masa depan bangsa.” Kalimat itu menjadi pembuka sambutan Bunda PAUD Kutai Timur, Hj Siti Robiah, saat menghadiri kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Strategi Implementasi Kurikulum PAUD di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, belum lama ini.
Kegiatan yang digagas Pusat Kerja Gugus (PKG) Kecamatan Sangatta Utara itu menghadirkan puluhan guru PAUD untuk memperdalam konsep deep learning, atau pembelajaran mendalam yang kini menjadi pendekatan baru dalam Kurikulum Merdeka.
Menurut Siti Robiah, keberhasilan pendidikan usia dini sangat ditentukan oleh peran guru.
“Guru adalah penggerak utama. Deep learning hanya bisa berjalan bila guru memahami anak bukan sekadar objek belajar, tetapi individu unik yang harus dikembangkan potensinya,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan PAUD memiliki posisi strategis dalam membangun generasi emas 2045.
Melalui pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi berakhlak dan berdaya pikir kritis.
Ketua PKG Sangatta Utara, Norjannah, menyebut bahwa pendekatan deep learning berfokus pada pengalaman konkret.
Ia mencontohkan penerapan experiential learning, di mana anak belajar melalui kegiatan bermain, bertanya, dan bereksperimen.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen para pendidik, Kutim menegaskan arah baru pendidikan yang tidak sekadar mengajar, tetapi membentuk manusia seutuhnya yang cerdas, tangguh, dan berkarakter.
Diyah Hayatiningsih, pengawas TK se-Kutim, menekankan perlunya pendampingan berkelanjutan bagi guru agar mampu mengadaptasi perubahan kurikulum.
“Kurikulum Merdeka memberi ruang fleksibilitas, tapi juga menuntut inovasi. Guru harus terus belajar,” ujarnya. (adv/prokopimkutim)











