ASPIRASIKALTIM.COM— Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.
Namun, lebih dari itu, program ini juga diharapkan menghidupkan rantai ekonomi lokal.
Peluncuran yang berlangsung di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara ini dihadiri langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, dan Ketua DPRD Jimmi.
Pada tahap awal, dua SPPG telah beroperasi, menyalurkan ribuan piring bergizi ke SMPN 1 dan SMKN 2 Sangatta Utara.
“SPPG bukan sekadar memberi makan anak sekolah, tapi menggerakkan ekonomi daerah. Semua bahan pangan diambil dari petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Bupati Ardiansyah.
Dengan pola ini, perputaran ekonomi di tingkat petani, peternak, dan pengusaha kecil semakin hidup.
Program ini diproyeksikan memberi efek domino terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Setiap hari, 2.596 siswa mendapatkan makan bergizi yang disusun oleh ahli gizi. Menu berganti setiap hari agar anak-anak tidak bosan dan kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Menurut Mahyunadi, konsep SPPG merupakan langkah strategis yang mengintegrasikan sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
“Kita membangun generasi sehat dengan memberdayakan ekonomi masyarakat. Inilah pembangunan yang berkeadilan,” tegasnya.
Bukan hanya ekonomi yang tumbuh, tetapi juga semangat sosial masyarakat. Pemuda Kutim yang tergabung dalam komunitas Kutim Hebat ikut menanam bahan pangan untuk program ini.
“Kami merasa bangga bisa terlibat,” kata Habibi, salah satu anggotanya.
Dalam jangka panjang, Pemkab Kutim menargetkan pendirian 40 SPPG di seluruh kecamatan. Dari piring bergizi, Kutim menegaskan komitmennya menuju Generasi Emas 2045. (adv/prokopimkutim)











