ASPIRASIKALTIM.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkenalkan inovasi baru dalam pelayanan publik bidang gizi anak melalui peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swarga Bara.
Peresmian yang digelar di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, dihadiri oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mulyono, serta Forkopimda Kutim.
Bupati Ardiansyah menilai program MBG merupakan bentuk inovasi daerah yang konkret dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga manusia yang sehat dan cerdas. MBG adalah langkah menuju itu,” tegasnya.
SPPG Swarga Bara digagas untuk menjadi dapur gizi terpadu yang mampu menyiapkan dan menyalurkan makanan sehat kepada ribuan anak sekolah setiap hari.
Pada tahap pertama, sebanyak 2.274 anak akan menjadi penerima manfaat.
Ketua SPPG Swarga Bara Tiara Riapernia menjelaskan, fasilitas tersebut memiliki dapur standar industri yang mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap harinya.
“Kami menerapkan standar kebersihan ketat dan menu berbasis gizi seimbang. Semua bahan diambil dari petani lokal,” kata Tiara.
Sekolah penerima manfaat awal meliputi KB Pelita Asoka, TK Al Munawaroh, SD Islam Imam Syafii, SD Negeri 005 Sangatta Utara, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Sebanyak 50 karyawan lokal dilibatkan untuk proses produksi dan distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Kadis Pendidikan Mulyono berharap program MBG bisa mendukung capaian akademik anak-anak.
“Gizi seimbang sangat berpengaruh pada konsentrasi belajar. Program ini akan memperkuat kualitas pendidikan di Kutim,” ujarnya.
Dengan pendekatan terpadu antara gizi, pendidikan, dan ekonomi lokal, SPPG Swarga Bara menjadi model baru pelayanan publik berbasis komunitas yang berpotensi direplikasi di wilayah lain di Kalimantan Timur. (adv/prokopimkutim)











