Targetkan 11 Ribu Keluarga Berisiko, DPPKB Kutim Analisis “4T” dan Perkuat RLH

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 22, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

330

ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan isu stunting sebagai pekerjaan rumah utama di bidang pembangunan manusia. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim diberi mandat menggarap pencegahan dari hulu, sekaligus mengawal pemenuhan kebutuhan dasar keluarga berisiko.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 19.000 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di daerah tersebut. Melalui Peraturan Bupati, ditetapkan target ambisius menurunkannya menjadi 11.000 keluarga. Secara prevalensi, angka stunting Kutim masih berada di kisaran 26 persen dan diharapkan turun ke 24 persen atau bahkan lebih rendah dalam beberapa tahun ke depan. Kecamatan Sangatta Utara dan Bengalon tercatat sebagai kontributor terbesar jumlah keluarga berisiko.

Untuk mencapai target, DPPKB Kutim melakukan penelusuran data KRS dengan mengacu pada konsep “4T”: Terlalu Dekat jarak kelahiran, Terlalu Muda usia ibu ketika melahirkan, Terlalu Banyak jumlah anak dalam satu keluarga, serta Terlalu Tua usia ibu pada saat melahirkan. Menurut Junaidi, pola kelahiran yang tidak terencana dan jarak antar anak yang rapat membuat pengasuhan, gizi, hingga pendidikan anak kerap terabaikan.

Edukasi mengenai perencanaan keluarga menjadi titik masuk intervensi. DPPKB mendorong warga meninggalkan cara-cara KB tradisional dan beralih ke metode kontrasepsi modern yang lebih terukur dan dapat dipantau. Tim pendamping keluarga yang tersebar di desa dan kelurahan dilibatkan untuk memberikan konseling langsung, termasuk menjelaskan dampak jangka panjang stunting bagi kualitas sumber daya manusia.

Namun, DPPKB menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya melalui pendekatan kesehatan dan kependudukan. Kolaborasi lintas Perangkat Daerah (PD) menjadi kunci. Salah satu program yang dikawinkan dengan agenda ini adalah pembangunan 1.000 Rumah Layak Huni (RLH) yang menjamin sanitasi, ventilasi, dan sirkulasi udara yang baik. DPPKB memastikan keluarga berisiko stunting mendapat prioritas masuk dalam daftar penerima RLH. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Noviari Noor Pacu ASN Kutim Tingkatkan Kompetensi

ASPIRASIKALTIM.COM — Dalam menghadapi tantangan regenerasi birokrasi, Asisten…

Kukar Perkuat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Kesbangpol: Harus Ada Sinergi Data dan Aksi

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)…

Didorong Masuk APBD, Jembatan Ring Road 2 Simbol Pembangunan Sangatta

ASPIRASIKALTIM.COM – Upaya Pemkab Kutai Timur dalam memperkuat…

Desa Kedang Murung Prioritaskan Warga Lokal Pelaku UMKM Wisata Wajib Ber-KTP Desa

ASPIRASIKALTIM.COM – Pemerintah Desa Kedang Murung, Kecamatan…

Pemkab Kukar Dorong UMKM Bersertifikat Halal untuk Tembus Pasar Global

Teks Foto : Asisten III Bidang Administrasi…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]