UNDP dan Pemkab Kutim Sinergi Dorong Riset Sawit Ramah Lingkungan

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Nov 11, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

239

ASPIRASIKALTIM.COM– Upaya mewujudkan industri kelapa sawit berkelanjutan di Kutai Timur (Kutim) mendapat dukungan internasional.

United Nations Development Programme (UNDP) melalui inisiatif Sustainable Landscape of Palm Oil Initiative (SLPI) menjalin kerja sama dengan Pemkab Kutim untuk mendorong riset bibit sawit lokal berbasis lingkungan.

Pertemuan strategis itu digelar di Hotel Royal Victoria, dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, perwakilan UNDP, dan anggota Forum Multipihak Pembangunan Berkelanjutan Kutim (Formika).

Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi menegaskan pentingnya riset bibit lokal sebagai langkah awal menuju kemandirian.

“Bibit dari Sumatera bagus, tapi tanah dan iklim Kutim berbeda. Kita butuh riset yang berbasis lokal agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan,” ujar Mahyunadi.

Ia menjelaskan, riset bibit sawit akan membantu Kutim mengembangkan varietas unggul yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi alam Kalimantan Timur.

Langkah ini juga dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan bibit dari luar, sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor perkebunan.

Selain riset, UNDP memperkenalkan metode Effective Collaborative Action (ECA) sebagai pendekatan baru dalam pembangunan berkelanjutan.

Metodologi ini menekankan kolaborasi lintas sektor, memastikan keterlibatan aktif dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

Inisiatif ini menjadi bagian dari Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Kutim, yang sejalan dengan komitmen nasional melalui RAN KSB serta strategi ekonomi hijau Kaltim.

UNDP juga dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi potensial seperti Muara Bengalon, Tepian Baru, dan Miau Baru untuk memetakan kondisi lapangan serta potensi riset terapan.

Dengan kolaborasi internasional ini, Kutim berharap dapat melahirkan model pembangunan perkebunan sawit yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Riset ini bukan hanya soal bibit, tapi tentang masa depan ekonomi hijau Kutai Timur,” tutup Mahyunadi. (adv/prokopimkutim)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Dinilai Berdampak Buruk, Efisiensi Anggaran Dikhawatirkan Memangkas Program Penting

Teks foto : Anggota DPRD Samarinda, Ismail…

DPRD Samarinda Soroti Ancaman Krisis Pangan: Dorong Arah Baru untuk Pertanian Kota

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda mengingatkan perlunya…

Hubbul Qur’an di Kutai Timur Bangun Generasi Qurani

ASPIRASIKALTIM.COM — Bukan sekadar seremoni keagamaan. Di balik…

Festival Kampung Kuliner Tradisional 2024 Kelurahan Baru, Sukses Di Laksanakan

Lurah Baru Bayu Ramadhan bersama jajaran pengurus…

Ribuan Warga Padati Final Voli Putri Teluk Pandan

ASPIRASIKALTIM.COM – Euforia luar biasa menyelimuti Kecamatan Teluk…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]