ASPIRASIKALTIM.COM, SANGATTA – Bagi banyak keluarga pasien, menunggu proses pengobatan di rumah sakit sering kali melelahkan. RSUD Kudungga Kutai Timur mencoba menjawab tantangan itu dengan menghadirkan berbagai fasilitas pendukung yang menonjolkan aspek kenyamanan dan kepedulian.
Begitu masuk ke area rumah sakit, suasana tertata tampak jelas. Banner “10 budaya malu” terpasang mencolok, menjadi pengingat agar seluruh pegawai dan pasien menjunjung tinggi etika. Di sekitar pintu masuk, tersedia ATM dan kas bank yang memudahkan keluarga pasien dalam mengurus kebutuhan keuangan, tanpa perlu meninggalkan lingkungan rumah sakit.
Direktur RSUD Kudungga, dr Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa transformasi layanan tidak hanya menyentuh urusan klinis. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi tempat yang bersahabat bagi masyarakat. Bukan sekadar tempat berobat, tetapi ruang yang nyaman,” tuturnya, didampingi Wakil Direktur Pelayanan dr Yuwana Sri Kurniawati.
Kolaborasi dengan Dinas Kominfoperstik Kutim menghadirkan akses WiFi gratis di area rumah sakit. Fasilitas ini membuat pasien dan keluarga tetap terhubung dengan kerabat, pekerjaan, maupun informasi penting lainnya. Sementara itu, Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim menyediakan mesin air siap minum, yang dapat dimanfaatkan pengunjung tanpa biaya tambahan.
Di berbagai sudut, rumah sakit juga memasang banner prosedur evakuasi dan informasi pencegahan penyakit. Langkah ini menunjukkan komitmen RSUD Kudungga dalam aspek keselamatan serta edukasi kesehatan publik, khususnya bagi warga Kutai Timur yang menjadikan rumah sakit ini sebagai rujukan.
Di ranah pelayanan, digitalisasi diterapkan mulai dari mesin antrean hingga integrasi sistem pendaftaran, poliklinik, dan apotek. Lima loket pendaftaran dibuka, plus satu loket pengaduan yang menjadi saluran resmi bagi masyarakat menyampaikan masukan.
Transformasi ini dirangkai dengan perluasan layanan poliklinik dan keberadaan MRI 1,5 Tesla. Kombinasi fasilitas klinis dan non-klinis itu menegaskan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tak hanya bicara soal obat dan dokter, tetapi juga kenyamanan, kecepatan, dan kepedulian pada pengalaman pasien. (adv/prokopimkutim)











