DPRD Samarinda Minta Arah Baru Pembangunan: Wajah Kota Tak Boleh Hanya Mewah di Brosur

9afa2cc168221109f8aa1dbe8002b224
Admin |

Jun 5, 2025

Enter description text here. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Quo incidunt ullamco.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi (istimewa).

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menyoroti ketimpangan wajah kota yang kian mencolok antara kawasan modern dan permukiman padat yang belum tersentuh pembenahan. Hal ini dinilai menciptakan kesenjangan visual dan sosial yang mengkhawatirkan, terutama di kawasan pusat kota yang seharusnya menjadi etalase pembangunan.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menegaskan bahwa pembangunan kota tak bisa hanya mengandalkan estetika pusat perbelanjaan atau gedung megah. Permukiman padat dan rentan di kawasan seperti Samarinda Ilir dan sekitarnya, menurutnya, justru lebih mencerminkan realitas sehari-hari warga kota.

“Pembangunan bukan sekadar proyek mercusuar. Kalau kawasan padat tetap diabaikan, maka wajah kota yang kita tampilkan hanya palsu,” kata Maswedi, Kamis (5/6/2025).

Ia menyebutkan, tata ruang kota selama ini cenderung condong pada zona-zona komersial, sementara kawasan padat penduduk terabaikan dari sisi penataan, drainase, hingga akses layanan dasar. DPRD pun mendesak agar APBD 2026 mulai dialihkan untuk membenahi wilayah-wilayah dengan kerentanan tinggi, bukan hanya mempercantik ruang publik yang sudah mapan.

“Kalau kita hanya cat dinding yang sudah bersih, tapi membiarkan lingkungan lain tenggelam dalam kumuh dan banjir, itu bukan pembangunan. Itu pembiaran,” ujarnya.

Maswedi menilai perlu ada pendekatan tata ruang baru yang tidak hanya berbasis investasi, tapi juga keadilan ruang. Termasuk di dalamnya strategi pemulihan kawasan bantaran sungai yang saat ini menjadi kantong-kantong permukiman padat tanpa sanitasi layak.

Ia mengusulkan agar program relokasi warga dari zona rawan dikemas sebagai kebijakan peningkatan kualitas hidup, bukan semata pemindahan fisik.

“Relokasi harus disiapkan dengan pendekatan sosial. Warga pindah karena ada masa depan, bukan karena terpaksa,” tambahnya.

DPRD Samarinda, kata dia, siap mendorong regulasi yang menjadikan penataan kawasan padat sebagai prioritas pembangunan lima tahun ke depan. Tujuannya, agar wajah kota bukan hanya terlihat cantik dari drone, tapi benar-benar layak dari sudut pandang warganya sendiri.

“Kalau kota ingin maju, semua warganya harus merasakan kemajuan itu — bukan hanya yang tinggal di kawasan elite,” pungkas Maswedi. (adv)

Posted in

Berita Lainnya

Baca Juga

Pendampingan Persiapan Akreditasi SMP Muhammadiyah Sebulu oleh TIM Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kukar

Dokumentasi, H. Abdul Kadir Pakka, (AK.Com) ASPIRASIKALTIM.COM,…

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Bambang Arwanto saat ziarah Makam Pahlawan, Bukit Biru (Aspirasi Kaltim)

Pjs Bupati Kukar, Bambang Arwanto; Kukar Punya Pahlawan Sebagai Suri Tauladan

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara...

Camat Tenggarong Tekankan Pembinaan Berkelanjutan untuk Kader Qari dan Qariah

ASPIRASIKALTIM.COM – Camat Tenggarong, Sukono, menegaskan pentingnya…

DPRD Samarinda Nilai Pemerataan Infrastruktur Masih Lemah, LPJU Jadi Cermin Ketimpangan Kota

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menyoroti belum…

DPRD Samarinda Minta Satgas Anti-Perundungan di Sekolah Dibentuk Secara Aktif

ASPIRASIKALTIM.COM – DPRD Kota Samarinda menyoroti meningkatnya…

Pos Populer

Pengunjung

Pengunjung Hari Ini: [statistik_kunjungan stat=today_visitors]

Kunjungan Hari Ini:  [statistik_kunjungan stat=today_visits]

Total Pengunjung: [statistik_kunjungan stat=total_visitors]

Total Kunjungan: [statistik_kunjungan stat=total_visits]

Pengunjung Online: [statistik_kunjungan stat=online]